Tari Kolosal Sampit Ethnik Carnival Pukau Penonton

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 Desember 2019 - 11:42 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Tari kolosal pada pembukaan Sampit Ethnik Carnival yang digelar di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bisa memukau para penonton yang hadir.

Tari klosal ini dilakukan oleh puluhan anak dan orang dewasa. Mereka menggunakan pakaian adat Dayak pedalaman dan pesisir.

Mereka menunjukkan sejumlah perpaduan tarian modern maupun tradisional. Para penari anak juga menjadi daya terik tersendiri dalam pembukaan SEC ini.

Bahkan para tamu VVIV yang di antaranya Bupati Kotim Supian Hadi, Sekda Halikinnor, Dandim 1015 Sampit Letkol Czi Akhmad Safari, Waka Polres Kotim Kompol Endro Aribowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Fajrurrahman, dan sejumlah tamu undangan lainnya ikut menari bersama para penari klosal.

Setelah pertunjukan sendiri, para penonton yang hadir menyaksikan langsung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Apalagi saat bersamaan langsung digelar pertunjukan atraksi masyarakat Dayak yang menmapilkan adegan berbahaya berupa pertunjukan mandau yang merupakan senjata utama masyarakat Dayak.

Setelah pertunjukan selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penampilan para peserta carnival yang tahun ini mengangkat tema budaya pedalaman suku Dayak.

Dengan mengacu tiga kategori. Yakni jungle fest atau tumbuhan dan hewan, cultural tradition atau tradisi budaya dan authentic betang home atau keaslian rumah betang. Kegiatan ini dibuka Bupati Kotim Supian Hadi.

Dia berharap Sampit Ethnik Carnival ini menjadi sebuah event yang dikenal masyarakat luas baik di Kalimantan Tengah, maupun nasional ke depannya. Bahkan diharpkan bisa menjadi festival yang membanggakan bangsa Indonesia.

"Sampit Ethnik Carnival ini juga menjad event kreativitas para peserta, sehingga bisa lebih baik ke depannya," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru