Orangutan Penuh Luka Akhirnya Mati

  • Oleh Wahyu Krida
  • 15 Desember 2019 - 12:12 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah beberapa hari dilakukan upaya evakuasi, penyelamatan, dan pertolongan medis, namun orangutan yang ditemukan penuh luka di perkebunan kelapa sawit Blok J41 Bromo Estate PT Bumi Langgeng Pradana Trada akhirnya mati.

Hewan yang dilindungi ini ditemukan di koordinat 2.75646S, 111. 84966E, Desa Sei Bedaun, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 9 Desember 2019.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng, Dendi Sutiadi, Minggu 15 Desember 2019 menjelaskan orangutan ini dinyatakan mati, Kamis 12 Desember 2019 pukul 16.48 WIB.

"Kematian orangutan ini disampaikan melalui surat berita acara kematian primata yang dikeluarkan Orangutan Care Center Quarantine (OCCQ) Desa Pasir Panjang milik Orangutan Foundation International (OFI)," jelasnya.

Menurutnya orangutan jantan bernama Langgeng berusia sekitar 10 tahun dengan berat 20 Kg ini mati karena sapticaemia atau keracunan darah.

"Disebabkan oleh luka parah yang dialami orangutan. Berdasarkan hasil nekropsi Jumat, 13 Desember 2019 sekitar pukul 09.00 WIB ditemukan luka luar dan pembengkakan organ dalam," jelasnya.

Luka luar yang ditemukan di antaranya pada bahu kanan yang diakibatkan benda tajam sekitar 20 cm dengan kedalaman luka sekitar 10 cm sampai tembus ke kantung udara (air sac).

"Kemudian jari kelingking dan jari manis tangan kanan hilang atu putus 2 ruas. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan ada luka sayatan benda tajam pada ruas ketiga," imbuhnya.

Selain itu ada 2 luka gores di punggung diduga akibat terkena pohon. "Pada pemeriksaan organ dalam ditemukan adanya pembengkakan pada gallbladder (kantung empedu) dan limpa. Akibat luka-luka yang dialami orabgutan ini diduga menyebabkan adanya infeksi hingga menyebabkan primata tersebut mengalami septicaemia atau keracunan darah," jelasnya.

Menurutnya penanganan kasus penganiayaan orangutan yang akhirnya mati lantaran luka yang dideritanya ini sudah diserahkan pada bidang penegakkan hukum BKSDA Kalteng dan kepolisian. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru