Kelompok Tani Kakau Pamelum Diminta Tidak Alihfungsikan Lahan Cetak Sawah

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 16 Desember 2019 - 09:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kelompok Tani Kakau Pamelum di Desa Simpang Bangkuang Kecamatan Paku diminta oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi agar tidak mengalihfungsikan lahan cetak sawah.

Riza berpesan agar lahan cetak sawah seluas 50 hektare yang telah dibuat oleh pemerintah pada tahun 2017 tidak dialihfungsikan oleh petani untuk menanam komoditas yang lain selain padi.

"Jangan sampai nanti petani mengalihfungsikan lahan cetak sawah ini menjadi kebun sawit, karet maupun kolam ikan sehingga Dinas Pertanian bisa fokus membantu petani untuk optimalisasi lahan sawah," kata Riza di Tamiang Layang, Senin, 16 Desember 2019.

Pesan yang sama juga disampaikan Riza Rahmadi kepada Kepala Desa Simpang Bangkuang Awatno Dawau dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paku Asbel Serep.

Dengan demikian, lanjutnya, bantuan yang diberikan oleh bisa terarah dan maksimal.

Untuk optimalisasi lahan cetak sawah tersebut, Riza berencana untuk diikutkan dalam Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) agar dapat dibuat saluran tersier dan pintu air sehingga lahan cetak sawah semua dapat teraliri air dengan merata.

Sementara itu, Kepala BPP Kecamatan Paku Asbel Serep mengungkapkan, saat ini sawah yang dapat dialiri oleh embung ada sekitar 30 hektar dari jumlah 50 hektar luas sawah hasil program cetak sawah tahun 2017 di lokasi itu.

"Kita butuh saluran tersier dan pintu air untuk dapat mengaliri 20 hektar lahan cetak sawah yang belum teraliri," kata Asbel," (BOLE MALO/B-5)

Berita Terbaru