Bandar Narkoba yang Ditembak Polisi Mengaku Jual Sabu Rp 100 Per Paket 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 16 Desember 2019 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bandar sabu berinisial HN ditembak jajaran Polsek Ketapang karena lari saat akan ditangkap. Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku menjual 1 paket sabu dengan harga ekonomis.

"Saya jual satu paketnya seharga Rp 100 ribu," ujar HN, saat ekspos kasus tersebut di Mapolsek Ketapang, Senin, 16 Desember 2019. 

Dia mengaku baru 1 bulan terkahir melakukan bisnis terlarang tersebut. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup. Karena selama ini dirinya bekerja serabutan. Dia juga sudah berhenti dari kegiatan di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Bisnis ini saya jalankan baru 1 bulan sebelum ditangkap polisi," kata HN. 

Penangkapan HN sendiri terbilang sulit. Karena saat ingin diringkus, tersangka kabur. Polisi terpaksa langsung melakukan tindakan terukur dengan menembak kaki kanannya. 

Setelah ditembak, tersangka langsung tersungkur dan tidak bisa menghindar. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sebanyak 21 paket sabu. Jika ditotalkan, harga jual sabu tersebut Rp 2.100.000.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Ketapang AKP Wiwin Junianto Supriadi mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Dan mencari tahu keberadaan teman HN yang berhasil kabur. 

"Pengembangan terus kami lakukan, dan mengejar teman tersangka yang kabur," terang Wiwin. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru