Pemkab Gunung Mas Gelar Apel Peringatan Hari AIDS Sedunia

  • Oleh Hendra
  • 17 Desember 2019 - 12:46 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas gelar upacara gabungan di halaman kantor bupati setempat,  Selasa 17 Desember 2019, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia.

Asisten II Sekretaris Daerah Gunung Mas Yohanes Tuah selaku inspektur upacara saat membacakan sambutan Mentri Kesehatan RI Dr. dr. Terawan Agus Putranto menyampaikan tema yang diambil dalam memperingati globas HAS adalah 'Communities Make the Difference'. 

"Tema ini mengingatkan pentingnya Komuntitas, termasuk lembaga swadaya masyarakat untuk penanggulangan AIDS yang diberikan dalam penanggulangan HIV dan penegakan hak asasi manusia serta pendampingan ODHA dalam pengobatan," katanya. 

"Melalui tema global ini kita menyerap dengan ungkapan bersama masyarakat meraih sukses. Dan tema ini juga Kementrian Kesehatan dan mitra mengajak lapisan masayarakat untuk meraih sukses dalam mencapai three zeroes di tahun 2030," lanjutnya. 

Dia menuturkan, tema yang dipilih dalam HAS untuk memacu semangat kampanye yang dimulai pada tahun 2017 yaitu dengan semangat 'Saya berani saya sehat'. 

Selain itu, Kampaye yang dicanangkan sejak 2017, lanjut dia untuk menyerukan masyarakat agar melakukan tes HIV dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian seluruh masyarakat terhadap AIDS. 

Sejak pertamakali, ia menambahkan  dilaporkan di Indonesia tahun 1987 sampai bulan maret 2019 kasus HIV AIDS mencapai 461 atau 89,7 persen dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. 

"Data ini menunjukan bahwa kasus HIV AIDS cenderung meluas keberadaannya di Indonesia. Kami sangat prihatin, karena jumlah HIV yang dilaporkan dari tahun 2005 sampai dengan oktober 2019 mengalami kenaikan tiap tahunnya," tuturnya. 

Dalam mengatasi hal ini pihaknya menggalang komitmen jajaran kementrian, lembaga dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pencaian target three zeroes.

"Mari kita bersama-sama berprilaku hidup sehat demi mencegah dan mengendalikan penularan HIV AIDS di Indonesia. supaya tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian disebabkan HIV AIDS dan tidak ada lagi stigma serta diskriminasi terhadap ODHA," tandasnya. (HENDRA/B-5)

Berita Terbaru