2 Terdakwa Illegal Logging Tidak Kompak Tanggapi Dakwaan Jaksa

  • Oleh Naco
  • 18 Desember 2019 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dua terdakwa kasus illegal logging, Hikmatul Rahman alias Ijul dan Eko Sukoko alias Eko tidak kompak menanggapi dakwaan jaksa Arwan Karim Juanda.

Usai mendengarkan dakwaan di hadapan majelis hakim persidangan Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Ega Shaktiana, Rabu, 18 Desember 2019, terdakwa Ijul menyatakan mengajukan eksepsi.

"Kami ajukan eksepsi yang mulia," kata M Iman kuasa hukum terdakwa saat bersama Hartono.

Sementara Eko yang tidak memberikan kuasa kepada pengacara menyatakan tidak keberatan. Karena perkara sama, hakim memberikan waktu selama sepekan untuk mengajukan nota keberatan itu.

Dakwaan jaksa menguraikan keduanya diamankan pada 6 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB di jalan poros sawit Mitra Karya, Desa Wanatirta, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan.

Berawal saat ada tawaran Uuk, untuk mengangkut kayu di Desa Danau Purun, Kabupaten Seruyan. Keduanya pun menerima setelah dijanjikan upah Rp 4 juta. 

Bersama Uuk mereka naik menuju lokasi dan setelah dimuat berangkat. Saat membawa kayu itu ke Sampit, Kabupaten Kotim, keduanya diamankan karena tidak bisa menunjukkan dokumen kayu tersebut. (NACO/B-11)

Berita Terbaru