SSMS Selamatkan Orangutan dari Kepunahan

  • Oleh bella rhomadani
  • 18 Desember 2019 - 23:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka RayaPongo pygmaeus atau orangutan Kalimantan, satu di antara tiga spesies orangutan yang populasinya menurun. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat selama 20 tahun terakhir menurunnya populasi orangutan ini disebabkan karena ulah manusia.

Bahkan orangutan Kalimantan masuk daftar merah IUCN dengan status kritis (critically endangered) alias sangat terancam punah.

Melihat kondisi ini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan Yayasan BOS terus berupaya menyelamatkan orangutan dari kepunahan.

Terbukti, keduanya telah berkolaborasi dengan menyiapkan lahan seluas lebih dari 2.000 hektare  untuk prapelepasliaran orangutan.

Lahan ini terletak di gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Tercatat dari Pulau tersebut pula, 20 orangutan berhasil dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Raya.

Direktur Utama SSMS  Vallauthan Subraminam mengatakan gugusan Pulau Salat cukup luas untuk mendukung kemampuan adaptasi dan sosialisasi orangutan. Terlebih pulau ini juga mampu menampung sekitar 200 orangutan.

Maka dari itu Pulau Salat dipilih menjadi tempat menyelamatkan orangutan dari kepunahan. Kawasan ini juga memiliki ketersediaan pakan orangutan yang cukup.

"Survei menunjukkan kawasan ini memiliki hutan berkualitas, terisolasi oleh air sungai sepanjang tahun dan tidak teridentifikasi ada orangutan liar di dalamnya. Jadi cocok bagi orangutan yang telah menyelesaikan rehabilitasi di sekolah hutan milik Yayassn BOS, " jelasnya.

Dengan berbagai karakteristik itu gugusan Pulau Salat dinilai dapat memberikan kesempatan bagi orangutan rehabilitasi. Orangutan itu bisa mematangkan keterampilannya menyintas secara mandiri di hutan.

"Pulau ini juga aman karena para orangutan dipantau penuh oleh para teknisi yang terlatih dan berdedikasi. Periode pra-pelepasliaran umumnya berlangsung selama 1-2 tahun sebelum orangutan dinilai siap dilepasliarkan ke habitat alami," tuturnya.

Berita Terbaru