Musorprov KONI Kalteng Deadlock, Christian Sancho dan Rahmadi Beda Pandangan

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 22 Desember 2019 - 09:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Musyawarah Olahraga Provinsi Komite Olahraga Nasional Kalteng yang berakhir deadlock, ditanggapi dengan dua kandidat bakal calon ketua umum, Rahmadi dan Sancho dengan pandangan berbeda. 

Sebagai bakal calon yang dinilai gagal dalam penjaringan, Christian Sancho menerima keputusan deadlock yang diambil pimpinan sidang dalam musorprov di Palangka Raya, Sabtu 21 Desember 2019.

"Ya terima. Karena itu akan ada musorprovlub yang nantinya diadakan  caretaker yang dipilih KONI  pusat,"ujar Sancho secara terpisah usai Musorprov kepada awak media.

Berbeda dengan Sancho, Rahmadi sebagai kandidat Ketua KONI Kalteng yang menegaskan diundang untuk memaparkan visi misi dalam musorprov tersebut menilai, adanya putusan deadlock bukan berarti akan dilakukan musorprovlub.

"Deadlock dalam kegiatan ini artinya adanya penundaan bukan nantinya ada musorprovlub. Tadi nggak ada palunya diketok kok," ujar pria berlatar belakang advokat itu.

"KONI pusat akan meninjau berkas-berkasnya dan keseluruhan dari proses ini sejak awal bukan musorprovlub," tambahnya.

Sekedar informasi,  Musorprov KONI Kalteng yang diselenggarakan di Hotel Royal Global Palangka Raya berjalan sangat alot dan panas, serta diwarnai berulang kali interupsi dan skorsing, hingga akhirnya diputuskan deadlock.  (ARNOL/B-11)

Berita Terbaru