Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kabinet Indonesia Maju Belum Mampu Turunkan Tiket Pesawat

  • Oleh Inilah.com
  • 26 Desember 2019 - 11:12 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah menteri ekonomi di Kabinet Indonesia Maju (KIM) tidak mampu mengotnrol harga harga tiket penerbangan yang terus melonjak saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Hingga saat ini pemerintah hanya bisa menjanjikan bahwa harga tiket pesawat bakal diturunkan. Demi mendukung sektor pariwisata yang dinilai sedikit kurang bergairah pada 2019.

Berdasarkan catatan PT Angkasa Pura II, penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan di bandara yang dikelola BUMN tersebut mencapai 18,85 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengaku masih terus berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk mengkaji masalah tersebut dan mencari solusinya.

"Saya bersama Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, akan me-review semua kemungkinan untuk menekan harga tiket. Salah satu faktor utamanya kan harga tiket. Itu juga ada laporannya AP II soal masalah turunnya jumlah okupansi," kata Wishnutama di kediaman Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu 25 Desember 2019.

Wishnutama mengatakan upaya menekan harga tiket pesawat bukan perkara mudah. Pasalmga, masalah harga tiket pesawat yang tinggi itu sangatlah kompleks karena dipengaruhi banyak faktor.

"Bukan kerja yang sederhana karena kan kompleks, macam-macam, ada pengaruh harga avtur, leasing dan lainnga. Jadi kita harus lihat secara komprehensif bagaimana cara menekan harga tiket agar komprehensif," ungkapnya.

Wishnutama menambahkan untuk 2019 pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16,3 juta orang.

Perkiraan devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata mencapai US$20 miliar. Ke depan selain mengunggulkan 5 destinasi super prioritas yang sedang dibangun, pemerintah akan terus mendorong pariwisata lainnya.

"Tapi pada saat bersamaan kita harus membangun infrastruktur, ekosistem ekonomi kreatif dan banyak hal lain," katanya. (Inilah.com)

Berita Terbaru