Bupati Katingan: Pemasangan Jaringan Listrik Terkendala Tuntutan Ganti Rugi

  • Oleh Abdul Gofur
  • 30 Desember 2019 - 16:26 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan Sakariyas mengungkapkan bahwa pengembangan jaringan listrik PLN di daerahnya saat ini kadang masih terkendala adanya tuntutan ganti rugi tanam tumbuh milik warga yang terkena jalur jaringan.

Hal ini disampaikan Bupati Katingan saat menerima kunjungan kerja anggota komisi VII DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah Willy M Yoseph di ruang rapat Bupati Katingan, Senin, 30 Desember 2019.

"Masalah PLN ini seperti kemarin ada pemasangan tiang beton untuk kabel listrik di jalur Kasongan - Kereng Pangi, tapi ternyata ada beberapa warga yang meminta ganti rugi.

Pasalnya, kata Bupati ada beberapa pohon seperti karet maupun durian dijalur yang dilewati untuk pemasangan tiang itu nantinya akan dipotong, tapi ganti ruginya ada yang mematok sampai Rp 10 juta," ungkap Bupati Sakariyas.

Akibat warga yang meminta ganti rugi tanam tumbuh yang dinilai tidak masuk akal ini, pemasangan tiang listik kontruksi beton di jalur itu terhambat.

"Kalau tidak pemasangan tiang listrik PLN batal dan cabut saja. Masa, satu pohon karet saja minta ganti rugi mahal," keluh Bupati.

Di lain pihak, kata Sakariyas masyarakat di daerahnya mengeluhkan hingga saat ini belum ada masuk jaringan listrik PLN itu.

"Masalahnya masyaraka selu minta ganti rugi itu," imbuh Sakariyas.

Acara kunker anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah di Pemkab Katingan ini juga dihadiri Wakil Bupati Sunardi Litang, Ketua DPRD Katingan Marwan Susanto, koordinator PLN KalselTeng, Aang, sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (ABDUL GOFUR/B-5)

Berita Terbaru