Software Manajemen Relawan Pilkada 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Warga Lapor DPRD Kotim soal Konflik Tanah Kuburan

  • Oleh Naco
  • 08 Januari 2020 - 18:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun mendesak agar Pemkab Kotim menyelesaikan konflik tanah kuburan di Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang.

Pasalnya persoalan itu sudah sejak lama terjadi dan belum ada penyelesaian hingga saat ini ditingkat Pemkab Kotim. Padahal warga sudah lama menunggu penyelesaiannya mengingat kondisi lahan itu kian menyempit.

Rimbun mengakui ada sekelompok warga yang baru ini lagi menyampaikan aspirasi kepadanya. Kelompok itu berasal dari Perkumpulan Sosial Bakti yang ada di Sampit.

Persoalan mereka juga sama seperti sebelumnya mengakui lahan kuburan yang mereka miliki kini menyempit dari awalnya yang lebar 100 meter dan panjangnya 1,5 kilo meter. Kini menyempit panjangnya hanya tersisa 350 meter. 

Menurut Rimbun sejak disahkan Bupat Kotim pada 1991 silam. Saat itu areal pemakaman Lohe dan Pemakaman Tionghoa di belakang Golden dipindah ke kompleks pemakaman yang baru, akan disediakan lahan khusus. 

"Tukar guling mereka, bukan diberi cuma-cuma," kata Rimbun, Rabu, 8 Januari 2020 sesusai menerima keluahan warga itu.

Tapi fakta saat ini lahan itu sudah menjadi kompleks perumahan dan banyak tumpang tindih sertifikat tanah, sehingga ini persoalan serius, 

"Maka dari itu saya minta ini tugas dan tuanggung jawab pemerintah untuk segera menyelesaikannya. Saya harapkan kepada eksekutif untuk segera menyelesaikan persoalan tanah kuburan ini, lahan itu semakin hari semakin sempit dan ternyata diklaim oleh sekelompok orang," tegasnya.

Jika persoalan ini tidak bisa diatasi maka dia akan turun tangan bersama warga untuk mengambil kembali lahan-lahan yang dikuasai oknum di lapangan itu. Karena bagaimanapun bukti kepemilihan dan SK penetapan lahan perkuburan itu sudah tegas dan jelas.

"Sejak 2016 silam sampai sekarang tidak jelas penyelesainnya. Ini saya ingatkan untuk diselesaikan," tandasnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru