Pangeran Harry Masih Berdiskusi dengan Ratu Elizabeth

  • Oleh ANTARA
  • 11 Januari 2020 - 06:20 WIB

Jakarta (ANTARA) - Meskipun Meghan Markle sudah kembali ke Kanada, Pangeran Harry tetap tinggal di Inggris di mana dia dikabarkan sedang berdiskusi serius dengan neneknya, Ratu Elizabeth II, ayahnya, Pangeran Charles, dan kakaknya, Pangeran William tentang masa depan dia dan Meghan.

The Washington Post melaporkan bahwa Robert Lacey, biografer kerajaan dan penulis “The Crown: The Inside History" mengatakan mereka mungkin berdiskusi tentang logistik dan mencari cara agar transisi berjalan lancar.

Jika laporan itu benar, ratu ingin mencari solusi "dalam beberapa hari", kata Lacey, "ini menunjukkan kesadaran, menerima kenyataan, dan ini harus berjalan baik dengan cara positif."

Lacey mengatakan, Kanada adalah tempat ideal untuk Harry dan Meghan yang ingin menghabiskan waktu di Amerika Utara dan Inggris. Dia berspekulasi Harry dan Meghan mungkin akan mencoba meluncurkan sesuatu seperti Obama Foundation.

Menurutnya,  Pangeran Charles telah memberi sinyal ia ingin mengecilkan monarki saat dia naik takhta.

"Sebagian keluarga kerajaan Eropa hanya terdiri dari empat orang," kata dia, menambahkan angka itu takkan terjadi di Inggris di mana ada orang yang berhasrat jadi bagian kerajaan.

Tetapi Charles tetap ingin mengurangi jumlah anggota kerajaan yang aktif, katanya, dan bagian dari rencana itu termasuk memperbesar peran William, yang akan fokus pada hal-hal di dalam negeri, dan Harry, yang akan berkonsentrasi pada anggota Persemakmuran Inggris.

"Tapi setengah Harry lebih baik ketimbang tak ada Harry, dan jika Meghan bisa terus mendukungnya, akan lebih baik," kata Lacey.

Sebelumnya, Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle mengumumkan akan mundur dari tugas-tugas kerajaan. Ada spekulasi mereka buru-buru mengeluarkan pernyataan setelah tabloid Inggris, The Sun, menulis berita yang mengklaim keduanya berencana pindah ke Kanada.

Harry dan Meghan menulis pernyataan di situs mereka, SussexRoyal.com, mengenai apa yang akan mereka lakukan di masa depan. Keduanya ingin terus bekerja dengan badan amal, yang fokus pada isu seperti pemberdayaan perempuan dan kesehatan mental, juga akan mendirikan entitas yayasan baru.

Berita Terbaru