Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Boven Digoel Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ketum PBNU : Program Deradikalisasi Harus Masif

  • Oleh Inilah.com
  • 12 Januari 2020 - 12:40 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menyebut ada sekitar seribu WNI yang bergabung ke dalam organisasi terlarang ISIS di berbagai negara. Said meminta program deradikalisasi harus dilakukan dengan benar.

"Iya, kalau saya katakan 1.000 lebih yang bergabung ISIS, saya tahu. Ya, kalau pemerintah menjamin mereka tidak berbuat seperti itu lagi, diterima, pulang, ya silakan," kata Said di gedung PGI, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020).

Said mengingatkan ribuan orang yang tergabung dalam ISIS tersebut meninggalkan Indonesia untuk membangun Khilafah. Karena itu, menurutnya harus dipertimbangkan dengan matang jika mengizinkan mereka kembali.

"Tapi menurut saya, lihat dulu, mereka sudah betul-betul menyesali, betul-betul kalau kembali pulang berjiwa nasionalis, silakan. Mereka kan meninggalkan Indonesia dalam rangka membangun khilafah di sana, artinya sudah menolak nasionalisme, menolak negara kebangsaan, 1.000 lebih yang saya tahu," tuturnya.

Said meminta proses deradikalisasi tidak dilakukan sembarangan. Dia enggan nantinya penanganan yang tidak serius malah menyebabkan permasalahan di Indonesia.

"Harus betul-betul serius menanganinya. Jangan cuma abal-abal, nanti kecolongan. Alasan kecolongan, minta maaf," ujar Said.

Ribuan WNI terlibat terorisme ini sebelumnya diungkapkan oleh Menko Polhukam, Mahfud M.D saat bertemu Direktur Jenderal Penanggulangan Terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/1). Mahfud menyebut ada hampir 6 ribu WNI yang terpapar. [INILAHCOM/tar]

Berita Terbaru