3 Terdakwa Pembakar Lahan Asal Sukamara Diadili

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 13 Januari 2020 - 19:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tiga terdakwa kasus pembakaran lahan asal Kabupaten Sukamara mulai diadili dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Senin, 13 Januari 2020.

Ke 3 terdakwa bernama Jalal Effendy, Budi Dermawan dan Nirman dilakukan pemeriksaan saksi secara bersamaan.

Dalam persidangan JPU Chandra Saputra mendatangkan saksi ahli Rina Hastarani. Terungkap terdakwa membuka lahan dengan cara dibakar sehingga masuk kategori merusak lingkungan dan melanggar hukum tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam pengakuan terdakwa, mereka membakar lahan untuk berladang dan apinya tidak merembet ke lahan yang lain atau merembet ke hutan karena sudah ditumpuk dan dipetak - petak.

"Loksinya sudah disemprot dan alangnya ditumpuk baru kita bakar, dengan tujuan agar abunya menjadi pupuk," ungkapnya.

Setelah dilakukan pembakaran maka tanahnya dapat menjadi subu, sehingga bagus jika ditanami sayur - sayuran.

Diketahui dalam dakwaan JPU dalam berkas terpisah, pertama Jalal Effendy melakukan pembakaran pada Oktober 2019. Dengan ladang seluas seluas  469Mm2.

Kemudian kedua terdakwa Budi Dermawan dan Nirman pada Kamis 10 Oktober 2019 memmbakar lahan seluas 30 M2 dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter atau setidak-tidaknya lebih dari 30 M2.

Atas perbuatannya ketiga terdakwa dijerat Pasal 69 ayat 1 huruf h junto Pasal 108 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 187 ke-1 KUHP. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru