Mobil Kelurahan Dipakai Jualan Durian Rusak Parah karena Terperosok, Warga Minta Ganti Baru

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 14 Januari 2020 - 17:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kendaraan jenis mobil pikap yang merupakan aset Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, telah disalahgunakan untuk mengangkut durian. Kendaraan ini lalu mengalami kecelakaan cukup parah. Alhasil warga meminta ganti mobil baru.

Mobil yang diperuntukkan bagi angkutan sampah di wilayah tersebut mengalami kecelakaan tunggal di jalan lintas Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama, Senin 30 Desember 2019.

Camat Kumai Yudhi Hudaya mengatakan, kejadian ini sungguh disayangkan. Mobil yang mestinya dioperasikan buat kebutuhan masyarakat malah dipergunakan yang tidak semestinya.

"Berdasarkan informasi, mobil tersebut dibawa oleh anak dari salah satu pejabat di Kelurahan Candi, dan dipergunakan tidak pada peruntukannya. Bahkan informasi yang dihimpun mobil tersebut digunakan untuk berjualan durian. Ini sudah melanggar aturan," tegas Camat pada Selasa, 14 Januari 2020.

Ia menyampaikan, secepatnya pihak yang bersangkutan membereskan semuanya, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat apalagi kendaraan itu secepatnya mau dioperasikan dan difungsionalkan untuk satgas sampah nanti.

"Ini sudah di BAP kan pelanggaran disiplin, dan yang bersangkutan sudah membuat pernyataan memperbaiki kondisi mobil seperti semula. Namun mereka tetap akan kita sanksi," kata Yudhi Hudaya usai tabur bunga di Kumai.

Sementara itu, salah satu tokoh di Kelurahan Candi yang tidak mau menyebutkan namanya menyesalkan peristiwa tersebut. Padahal sesuai dengan peruntukannya mobil tersebut dibeli untuk mengangkut sampah. Akibatnya program sampah yang seharusnya bulan ini berjalan menjadi terhambat.

Warga meminta kepada pihak kelurahan dan kecamatan setempat menelusuri peristiwa tersebut. Bagaimana hingga mobil mengalami kecelakaan di Jalan Kotawaringin Lama dan siapa yang membawa mobil tersebut.

"Warga meminta ganti rugi karena kondisi mobil tersebut rusak parah, harus kembali seperti semula, karena kalau kondisi rusak parah diperbaiki percuma juga, memintanya seperti sebelum kecelakaan artinya yang baru, apalagi mobil tersebut masih baru dan kurang lebih baru tiga atau empat bulan," tutupnya. (DANANG/m)

Berita Terbaru