DPRD Sidak, PDAM di Cempaga Kondisinya Memprihatinkan

  • Oleh Naco
  • 15 Januari 2020 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Rombongan Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah  pusat pengolahan air bersih (PDAM) yang ada di dua titik di Kecamatan Cempaga. 

Dua titik itu yakni di Desa Luwuk Ranggan dan Desa Sungai Paring. Namun, ternyata pengolahan air bersih yang dibiayai anggaran pemerintah itu di Desa Luwuk Ranggan kondisinya memprihatinkan.

“Kami sudah melihat langsung ke lapangan dan ternyata kondisinya di daerah Desa Luwuk Ranggan fungsional tapi tidak berjalan maksimal. Peralatan sudah lengkap tetapi tidak diberdayakan optimal untuk membantu pengaliran air ke warga," kata anggota Komisi IV Bima Santoso.

Sidak ini dilakukan komisi IV dibawah pimpinan Bima Santoso dengan anggota, Pardamean Gultom, M Kurniawan Anwar, dan Modika Latifah. 

Mereka langsung meninjau hingga ke sungai sumber air sebagai bahan baku. Mereka menilai secara bahan baku tidak masalah karena air sungai Cempaga tidak pernah mengalami surut.

“Kalau bahan baku tidak ada masalah, yang bermasalah itu tidak ada yang mengelola dan mengoperasionalkan mesin-mesin pengolah air itu, ini mubazir, hanya ada 1 petugas semua dia yang mengerjakan," tegas Bima Santoso.

Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Pardamean Gultom menyayangkan  pusat pengolahan air bersih di Desa Luwuk Ranggan tidak berjalan maksimal. Harusnya pemerintah kabupaten bersikap dengan cepat ketika melihat alat pengolahan sudah tersedia.

"Ini sayang sekali, proyek miliaran rupiah tetapi tidak digunakan. Harusnya ini bisa operasional mengakomodir semua warga dan mengalirkan kebutuhan air bersih kepada warga yang ada di  daerah sekitarnya,” ucap Gultom.

Saat ini, kata Gultom mereka akan melakukan  peninjauan lapangan terhadap beberapa pengolahan air bersih yang sudah dibangun. Kemudian setelah itu selesai maka pihaknya akan mengundang PDAM Kotim dan Pemkab Kotim. 

Salah satunya untuk rapat bersama guna menyelesaikan persoalan itu sehingga pada akhirnya bisa dioperasionalkan dan  mendistribusikan air bersih kepada seluruh warga yang memerlukan.

Berita Terbaru