Banyak Satwa Dilindungi Masuk Permukiman Gara-gara ini

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 17 Januari 2020 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, menerangkan banyak satwa dilindungi yang masuk ke permukiman warga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa waktu lalu. 

"Gara-gara karhutla, habitat satwa dilindungi banyak yang hilang. Sehingga, tidak memiliki tempat tinggal dan mencari makan. Makanya, mereka masuk ke permukiman," ujar Muriansyah, Jumat, 17 Januari 2020. 

Dia mengatakan, pada 2019 lalu, banyak penanganan terhadap satwa dilindungi yang masuk ke permukiman dan kebun warga.

Dia pun berharap,  di masa yang akan datang karhutla tidak terjadi lagi. Karena bukan hanya manusia yang menjadi korban, namun juga satwa dilindungi.

"Mudah-mudahan tahun 2020 ini, kebakaran lahan tidak terjadi lagi. Sehingga masyarakat dan hewan di daerah ini tidak menjadi korban," kata Muriansyah.

Dirinya menyebutkan, ada 2019 lalu, terdapat 8 ekor orangutan yang menjadi korban karhutla. Semuanya berhasil diselamatkan. Dan tidak ada warga yang menjadi korban hewan liar tersebut. 

Selain itu, pihaknya juga menerima 17 satwa dilindungi dari warga. Satwa-satwa tersebut yakni, orangutan, teringgiling, owa-owa, kucing hutan, burung elang tikus, beruang madu, kukang, buaya dan burung kengkaren hitam serta burung alap-alap. (MUHAMMAD HAMIM /B-11)

Berita Terbaru