Budidaya Lebah Madu Kelulut Desa Sei Asam Dipasarkan Hingga Luar Daerah

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 18 Januari 2020 - 19:50 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lebah madu kelulut yang dibudidayakan di Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, ternyata sudah dipasarkan hingga keluar daerah. Usaha ini memberikan hasil bagi Masrawan, kades setempat yang membudidayakan lebah madu kelulut sejak 2 tahun terakhir.

Peternak lebah trigona yang menghasilkan madu kelulut ini mengatakan upayanya dalam 2 tahun belakangan ini membuahkan hasil. Dia bahkan terkadang menerima pesanan dari luar Kabupaten Kapuas.

"Kami bersyukur ini sudah dipasarkan ke luar daerah seperti Banjarmasin, Palangka Raya, Tangerang, dan Salatiga (Jawa Tengah). Pemasarannya memanfaatkan media sosial," ucap Masrawan, Sabtu, 18 Januari 2020.

Dia mengatakan, membudidayakan lebah madu kelulut di halaman belakang rumahnya yang sejuk ini menuturkan madu tersebut memiliki nilai ekonomis.

"Setengah liternya madu kelulut ini seharga Rp 150 ribu, dan ukuran paling kecil ada harga Rp 25 ribu per botolnya. Jadi cukup tinggi jika dibandingkan madu biasa," tuturnya.

Masrawan menjelaskan perkiraan produksi lebah madu kelulut ini dalam satu bulan sekitar 2 liter untuk 1 sarangnya. Dan itu terjadi di musim kemarau.

"Sedangkan, jika musim hujan bisa berkurang, karena tumbuhan bunga berkurang. Sehingga, lebah madu itu sulit mendapatkan nektar yang dibutuhkan," tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam pembudidayaannya itu terbilang tidak terlalu rumit, karena lebah memproduksi madu dan mencari makan sendiri. Hanya saja perlu pengawasan yang aktif saja. Kini ia sudah memiliki 10 sarang dibudidayakan. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru