Dapat Ide Pura-pura Jadi Korban Perampokan Saat Main Game Online

  • Oleh Naco
  • 22 Januari 2020 - 16:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Djie Sau Fung alias Afung memberikan keterangan atas kasus penggelapan dan memberikan keterangan palsu. Ia mengungkapkan punya ide soal korban perampokan saat sedang main game online.

Hingga menurut terdakwa dirinya membuat laporan ke polisi sebagai korban perampokan. Namun ternyata uang itu digelapkannya sendiri.

"Saya gelapkan untuk main game online sebagiannya," kata tersangka, dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Muslim Setiawan, Rabu, 22 Januari 2020.

Menurut Afung, uang yang digelapkannya itu milik Tjjai Lie Phing di Toko Maitri Cell di komplek pasar PPM Sampit. Ketahuan pada Jumat, 11 Oktober 2019 sekitar pukul 17.30 Wib berawal saat Afung membuka brankas yang didalamnya berisi uang.

Untuk lepas dari jeratan hukum ia awalnya menceritanya seolah-olah ada seseorang pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang langsung memiting lehernya sambil menodongkan sabit di kepalanya dan mengaku dirinya korban perampokan.

Saat itu terdakwa mengaku dalam posisi jongkok yang kemudian pelaku langsung mengambil uang yang ada di dalam brankas.

Namun saat dicek CCTV dan saksi ternyata ketahuan kalau terdakwa berbohong. Hingga ia terus terang mengakui perbuatannya tersebut.

Dihadapan majelis hakim Afung mengaku menyesal dan bertanggung jawab. Kerugian Rp 48 juta yang dialami korban kini mulai dicicilnya per bulan sebesar Rp 3,5 juta.

Seusai sidang itu Afung tinggal menunggu tuntutan dari jaksa, yang diagendakan persidangan pekan mendatang. Hakim sempat memberinya waktu untuk menghadirkan saksi meringankan namun dirinya mengaku tidak menghadirkannya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru