Terkait Virus JE, Dinkes Pulang Pisau Kerjasama Untuk Pengujian Sampel

  • Oleh Muhammad Badarudin
  • 23 Januari 2020 - 10:05 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Indikasi meninggalnya Yovanka (7) yang diduga terserang virus Japanese Enchepalitis (JE) akibat gigitan nyamuk culex terus didalami.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau bekerjasama dengan sejumlah tim kesehatan untuk melakukan pengujian beberapa sampel. 

Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo mengatakan, sampel yang diambil itu ada dari korban dan lingkungan tempat tinggal korban. Pengujian sampel-sampel yang telah diambil itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. 

"Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ini hasil uji laboratoriumnya sudah ada," kata Muliyanto, Kamis, 23 Januari 2020. 

Ia mengungkapkan, berita tentang dugaan virus JE ini memang cukup menghebohkan. Bukan hanya di Kabupaten Pulang Pisau, tetapi provinsi Kalteng dan Kalsel juga memantau. 

"Ini memang menimbulkan keresahan di masyarakat. Masyarakat menjadi takut," ungkap dia. 

Mul mengharapkan, masyarakat tak perlu risau sepanjang lingkungannya bersih. Sebab, virus ini masih dugaan dan belum pasti kebenarannya. 

"Inikan masih diuji. Mudah-mudahan negatif. Tapi kita lihat saja nanti hasilnya satu minggu kedepan," tandasnya. (M.BADARUDIN/m)

Berita Terbaru