Kementerian ESDM Pastikan B30 Aman untuk Mesin

  • Oleh ANTARA
  • 29 Januari 2020 - 06:20 WIB

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahan bakar campuran nabati atau B30 aman untuk mesin kendaraan.

Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA di Jakarta, Rabu dini hari, hal tersebut menepis anggapan adanya gangguan mesin akibat implementasi pencampuran 30 persen biodiesel dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau yang dikenal sebagai B30.

Setelah implementasi, beberapa pihak mengeluhkan terbentuknya gel di tangki mobil akibat menggunakan B30. Selain itu, ada anggapan mobil akan sulit dinyalakan di daerah dingin, seperti di Dieng.

Tim Teknis B30 Kementerian ESDM pun turun langsung menghubungi beberapa perwakilan APM (agen pemegang merek) untuk mengonfirmasi hal ini, di antaranya PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Hino Motor Manufacturing Indonesia, dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Prototype dan Test Dept. Head, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Harmoko Setyawan mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada keluhan konsumen Isuzu terkait dengan penggunaan B20 maupun B30.

Komponen kendaraan Isuzu yang terkait dengan fuel line sudah memenuhi standar penggunaan biosolar sejak 2016.

"Kami akan berkoordinasi lebih intensif dengan seluruh bengkel Isuzu untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi," kata Harmoko.

Ia  tidak khawatir mengingat hasil uji cold start-ability B30 di daerah bersuhu dingin seperti Dieng menunjukkan kondisi yang baik sehingga masyarakat harus lebih yakin tidak ada masalah yang berarti.

Product License dan Certification at PT Hino Motor Manufacturing Indonesia Andi Tauji juga menyatakan hal yang sama.

"Sampai saat ini belum ada pengaduan atau keluhan dari konsumen terkait dengan penggunaan B30," kata Andi.

Berita Terbaru