Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Wonosobo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menakar Efektivitas Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia U-20

  • Oleh Teras.id
  • 29 Januari 2020 - 11:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis telah memerintahkan pembentukan Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Bola Jilid III. Kepala Biro Provost Divisi Propam Polri, Brigadir Jenderal Hendro Pandowo tetap memimpin satgas yang memiliki perwakilan di 13 wilayah tugas.

"Pada saat saya melaporkan kepada Pak Kapolri tentang berakhirnya Satgas ini, maka Jenderal Idham Azis memerintahkan kepada saya untuk melanjutkan Satgas Antimafia Bola Jilid III," ujar Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigadir Jenderal Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, Jumat, 24 Januari 2020.

Pada edisi perdana atau Satgas Antimafia Bola Jilid I, tim tersebut bertugas mulai 12 Desember 2018 hingga Juni 2019. Sementara Satgas Jilid II masa tugasnya dimulai pada 6 Agustus sampai 20 Desember 2019.

Berlanjutnya masa tugas satuan khusus Polri ini tidak terlepas dari permintaan beberapa kalangan supaya Idham Azis melanjutkan pengawasan terhadap sepak bola nasional. Salah satunya yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang bahkan langsung menyampaikan permintaan itu dalam rapat kabinet terbatas di Istana Negara.

Menteri kelahiran Gorantola itu berharap Satga Antimafia Bola bisa bertugs sampai Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

"Saya minta ke Kapolri supaya Satgas Antimafia Bola ini jangan dibubarkan dulu," kata dia saat ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi 3 Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

Menurut dia, Satgas Antimafia Bola yang dipimpin Hendro Pandowo cukup efektif meminimalkan upaya pengaturan skor.

"Saya sudah sampaikan dan mudah-mudahan Pak Kapolri bisa meneruskan karena pastinya ada konsekuensi biaya juga," kata dia.

Perpanjang masa tugas satgas itu, kata Menpora, untuk melindungi pemain, pelatih, dan wasit dari godaan untuk terlibat perilaku culas dengan menerima suap.

Menpora menganggap pemain bola itu orang baik yang masih polos dan perlu proteksi ketat supaya bisa tetap menjunjung sportivitas.

"Kalau mereka didekati secara terus-menerus dengan godaan dan gangguan maka pasti akan jebol pertahanannya," kata dia.

Berita Terbaru