Sopir Diberitahu untuk Berjualan Tidak Tahunya Melakukan Penipuan dengan Modus Taring Babi

  • Oleh Naco
  • 05 Februari 2020 - 17:45 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sabran dan Ardi mengajak Boy Harianto sebagai sopir. Akan tetapi ternyata diajak melakukan penipuan dengan korban Muhammad Kholik.

"Boy hanya di mobil sebagai sopir, kalau saya suruh setop, dia setop. Mobil yang digunakan merupakan mobil sewaan dari Pontianak. Disewa untuk 3 hari," kata Sabran, di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Muslim Setiawan.

Menurut terdakwa, berawal pada Senin, 4 November 2019 sekitar pukul 17.30 Wib pada saat Kholik di komplek pasar PPM Sampit di teras toko sembako Baru Indah Jalan Iskandar, Kelurahan MB. Hulu, Kecamatan MB. Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur menunggu Muhammad Syaufudin yang masih belanja.

Tiba-tiba didatangi oleh  Ardi yang berpura-pura bertanya alamat PT. Bumi Raya, pada saat itu korban mengaku tidak tahu dengan perusahaan tersebut.

Pada saat itu Ardi memanggil Sabran dan keduanya seolah-olah tidak kenal menanyakan perusahaan dimaksud dan korban melihat keduanya berbincang-bincang.


Korban kemudian disuruh mencium sebuah benda yang mereka sebut Taring Babi tersebut, karena aroma parfum di taring tersebut korban jadi linglung dan menuruti kemauan keduanya.

Terutama saat ditanya soal uang, korban langsung menyerahkan segepok uang Rp 19 juta miliknya dan Taring Babi itu diserahkan kepada korban.

Pada saat terdakwa masuk mobil Daihatsu Xenia warna silver dengan nomor polisi B 1454 ERB yang di dalamnya ada Boy mereka meninggalkan TKP, korban tersadar dan langsung berlari berupaya mengejar mobil itu namun tidak bisa karena mobil dengan cepat meninggalkan lokasi kejadian itu.

"Boy tidak mengetahui kami berencana ingin menipu dan itu sudah sejak dari Pontianak. Boy hanya saya tawarkan sebagai sopir untuk membantu saya berjualan ke Sampit dan nanti akan saya bayar," tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru