Angkut Kayu Ilegal Diupah Rp 270 Ribu per Kubik

  • Oleh Naco
  • 12 Februari 2020 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Gunawan alias Egon alias Agon mengaku mau mengangkut kayu secara ilegal dengan dijanjikan upah per kubik Rp 270 ribu.

"Upah belum sempat dibayar saya diamankan," kata terdakwa dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai AF Joko Sutrisno, Rabu, 12 Februari 2020.

Menurut terdakwa upah akan dibayar setelah kayu sampai. Mengangkut kayu itu terdakwa menggunakan truk milik pamannya tanpa dilengkapi surat lengkap.

Terdakwa diamankan berawal pada Rabu, 6 November 2019 sekitar jam 21.00 Wib Jalan Produksi PT. KTR Km.28 Desa Tribuana, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotim.


Terdakwa diamankan setelah mengangkut kayi jenis Meranti berbagai macam ukuran sebanyak 370 keping atau sama dengan sebanyak 6,7390 meter kubik.

Kayu olahan jenis Meranti itu diangkut dari sekitar daerah jalan PT. Berkat Cahaya Timber (PT. BCT) Km.42 dari muara jalan masuk ke dalam hutan kurang lebih sekitar 40 kilometer wilayah Desa Tumbang Puan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotim. Kayu itu rencananya akan dibawa menuju kawasan poros PT. KTR di Km 28 Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotim. 

Dalam kasus ini terdakwa didakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf e atau pasal 88 Ayat (1) huruf a Jo pasal 16 Undang Undang RI No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Saya mengangkut kayu itu atas perintah Enan, saat itu sudah mau sampai dan ditangkap," ucap terdakwa.(NACO)

Berita Terbaru