Buaya Sempat Ngamuk, 2 Petugas BKSDA Pangkalan Bun Terpental

  • Oleh Wahyu Krida
  • 13 Februari 2020 - 22:31 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua petugas sempat terpental akibat disundul dari samping oleh buaya sinyulong di kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng saat proses pemindahan buaya dari truk pengangkut ke mobil BKSDA, Minggu, 13 Februari 2020.

Walau terluka gores kecil di dahi dan pergelangan tangan dan kepala terbentur paving stone halaman kantor, namun petugas yang bernama Nasibah dan Imam kembali bangun dan bersama rekannya mengamankan buaya agar tidak mengamuk.

Dahimi, warga Desa Arga Mulya yang membawa truk pengangkut buaya ke kantor SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng menuturkan bahwa beberapa hari sebelumnya sempat terlihat seekor buaya ukuran lebih besar lagi di Sungai Serkel yang menjadi lokasi penangkapan  buaya sepanjang 5 meter tersebut.

"Pagi tadi juga sempat terlihat 2 ekor buaya, namun seekor lainya tidak terlihat lagi. Hanya buaya yang ditangkap ini yang masih tetap diketahui berkeliaran ditempat itu," jelasnya.

Dahimi menuturkan keberadaan buaya tersebut diketahui oleh seorang warga yang baru pulang menyadap karet.

"Ia kemudian menceritakan bahwa ada buaya di Sungai Serkel. Setelah kabar itu menyebar, warga kemudian mencoba melakukan penangkapan menggunakan tali. Sekitar pukul 10.00 WIB buaya ini sudah berhasil diamankan warga," jelasnya.

Petugas SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Nasibah mengatakan informasi penangkapan buaya ini didapatkan sekitar pukul 12.00 WIB.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, kami segera berangkat menuju Desa Arga Mulya. Selang 2 jam kami tiba di desa dan melakukan prosesi serah terima buaya dari perangkat desa disaksikan anggota Polsek Pangkalan Banteng. Dibantu warga setempat dengan menggunakan dumptruk, buaya tersebut tiba di Kantor SKW II Pangkalan Bun sekitar pukul 18.00 WIB," pungkasnya. B-(WAHYU KRIDA/B-6)

 

Berita Terbaru