Musim Hujan Kondisi Jalan Jadi Masalah Bagi Warga Pedalaman

  • Oleh Naco
  • 16 Februari 2020 - 15:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kotawaringin Timur, Juliansyah mengakui musim hujan seperti saat ini kondisi jalan menjadi masalah bagi daerah pedalaman. 

"Terutama untuk akses jalan. Pasalnya  makin banyak titik di ruas jalan mengalami kerusakan yang parah," kata Juliansyah, Minggu, 16 Februari 2020.

Menurutnya ini adalah siklus tahunan, di mana setiap tahunnya ketika musim hujan maka seiring itu jalan di pedalaman juga mengalami kerusakan yang sangat serius, menyulitkan pengendara.

Juliansyah menegaskan sebagian ruas jalan yang rusak itu ada juga yang jadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan ada juga yang di bawah wewenang pemerintah provinsi. 

Seandainya kata Juliansyah daerah pedalaman itu tidak ada jalan alternatif yang dibangun perusahaan perkebunan maka sangat besar kemungkinan akses jalan itu akan lumpuh total.


“Selama ini untungnya masih ada jalan alternatif dari perusahaan perkebunan. Kalau tidak ada maka hanya satu jalan yang digunakan maka saya yakin kondisi kerusakannya sangatlah parah jika mengharapkan jalan pemerintah," tukasnya.

Politisi Partai Gerindra Kotim tersebut menyebutkan, kerusakan itu seyogyanya bisa ditangani dengan  pembangunan jalan yang permanen. Karena tidak semua ruas jalan rusak maka untuk titik yang jadi langganan kerusakan bisa saja dibuat dengan rigid beton.

Karena kata dia kalau hanya ditimbun dengan latritan kemudian disiram hujan maka akan kembali rusak lagi.  Karena masalah beban kendaraan diatasnya juga cukup berat, sehingga meski sudah dipadatkan  maka tetap rusak.

Juliansyah berharap agar pemerintah melanjutkan rencana pembangunan jalur alternatif  dengan mengambil alih jalur milik HPH Mentaya Kalang. Akses itu dianggap jalan pintas menuju Kecamatan Antang Kalang dengan titik awal dari Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu langsung menuju ke Kecamatan Antang Kalang. Panjangnya hanya 104 kilometer. 

"Sedangkan jika melalui jalan provinsi saat ini jarak tempuh lebih jauh yakni sekitar 200 kilometer. Jalan itu dari Antang Kalang akan menerobos hingga ke daerah Cempaga Hulu," tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru