Bidhumas Polda Kalteng Panggil Pengunggah Hoax Pengeroyokan di Sampit

  • Oleh Nopri
  • 17 Februari 2020 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang pria berinisial SU (29), warga Jalan Yos Sudarso dipanggil Bidhumas Polda Kalteng. Penyebabnya, dia mengunggah kabar hoax di media sosial terkait pengeroyokan di Sampit.

Postingan SU, menyebarkan kabar pengeroyokan jika korbannya meninggal. Padahal, hanya luka ringan.

Di hadapan tim Media Sosial Bidang Humas Polda Kalteng, SU mengakui kesalahannya dan menyesal telah mengunggah hoaks ke akun facebook pribadi.

"Mohon maaf saya teledor pak. Saya membaca berita online ada orang dikeroyok terus meninggal, saya kira itu kejadian yang di Sampit. Eh, tidak taunya di Jawa," kata SU alias IQ, Senin, 17 febuari 2020.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Ilham Salahudin, melalui Kabidhumas Kombes Hendra Rochmawan, mengingatkan agar masyarakat jangan memgunggah hoax. Sebab, dampaknya bisa mengganggu situasi kamtibmas.

"Informasi yang tidak benar seperti yang diunggah SU tersebut dampaknya akan meresahkan masyarakat, dan rawan memicu konflik sosial antar warga," tegasnya.

Dia pun mengimbau agar warga membaca berita harus tuntas, jangan hanya membaca judulnya. Keseluruhan isi berita harus dibaca dan dipahami.

"Untuk kasus pengeroyakan di Sampit, tolong jangan dikait-kaitkan dengan suku apapun karena itu kasus kriminal murni. Pelakunya sudah ditahan dan sudah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tutupnya, (NOPRI/B-11)

Berita Terbaru