Musim Hujan Masyarakat Mura Diminta Tetap Waspada Banjir dan Tanah Longsor

  • Oleh Reno
  • 17 Februari 2020 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Musim penghujan, masyarakat Kabupaten Murung Raya (Mura) diminta tetap waspada terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor. Pasalnya, sejumlah desa dan kelurahan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu itu sering kali menjadi langganan banjir.

"Kita meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap tanah longsor khusus daerah perbukitan dan bencana banjir di kawasan yang menjadi langganan banjir," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura Markudius Dani, Senin, 17 Februari 2020.

Markudius Dani menuturkan, waspada dari banjir lebih dikhususkan untuk daerah rendah yakni pinggiran sungai laung, anak sungai Barito di wilayah Kabupaten Mura.

Selain itu, dia menyebut bahwa Mura sebagian besar kawasannya berbukit. Ia menilai datangnya hujan bisa membuat tanah tergerus. Selebihnya jalan yang dilintasi warga, penghubung Kota Puruk Cahu - Muara Teweh rawan longsor.

"Untuk itu kita minta tetap waspada bagi masyarakat yang melintasi jalan yang berbukit, seperti jalan negara Puruk Cahu - Muara Teweh, Puruk Cahu - Kuala Kurun karena banyak bukitnya, sehingga tetap waspada," jelasnya.

Imbauan tersebut juga tidak terkecuali untuk masyarakat yang tinggal di bawah tebing atau kaki bukit. "Tentu kita berharap semuanya baik-baik saja. Kita berdoa kepada Tuhan, semoga wilayah kita tetap aman dan jauh dari bencana," ungkapnya.

Begitu pula bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan usaha pertambangan emas rakyat. Ia mengingatkan agar lebih waspada pada musim penghujan. (RENO/B-7)

Berita Terbaru