Anggota DPRD Kotim Ini Temukan Ada Kepala Sekolah Jarang Turun dan Kelola Dana BOS Sendiri

  • Oleh Naco
  • 19 Februari 2020 - 16:45 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Anggota DPRD Kotim, M Abadi menemukan ada sekolah di pelosok yang mana kepala sekolah kerap meninggalkan tugas. Ironisnya lagi dana BOS (bantuan operasional sekolah) dikelola sendiri.

"Berapa kali saya ke sekolah itu kepala sekolah tidak pernah ketemu dan jarang berada di tempat," kata Abadi, Rabu, 19 Februari 2020.

Sekolah itu menurut Abadi tingkat SD di Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Itu diketahuinya saat melakukan reses ke sana.

"Kondisi ini membuat siswanya jarang belajar dan sekolah itu seakan-akan hidup segan mati tak mau,” ucap Abadi.

Abadi menyayangkan hal tersebut. Baginya kondisi demikian tidak bisa dibiarkan maka dari itu Dinas Pendidikan Kotim  sesuai dengan kewenangannya untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah harus melakukan evaluasi untuk hal itu.


Dia mengakui  hal ini tentunya terbalik dari  keinginan pemerintah di mana membangun SDM yang unggul untuk Indonesia maju dan pendidikan merata

“Bagaimana mau membangun SDM kalau jarang ada ditempat. Ini artinya  sudah mengabaikan tugas sebagai seorang pendidik,” tegas Abadi.


Dia berharap ada itikad baik untuk memperbaiki kinerja dan keaktifan untuk mengajar serta mendidik anak murid. Termasuk soal pengelolaan dana BOS kepsek jangan mengelola sendiri.

Karena laporan yang didapat dari guru hingga komite justru mereka tidak tahu pengelolaan dana BOS, selain itu orang tua siswa mengeluh untuk urusan membeli sapu anak mereka diminta iuran sehingga ke mana dana BOS turut dipertanyakan.
 

"Kasihan anak-anak pelosok kalau hal seperti itu tidak kita luruskan. Karena sampai kapanpun pedalaman akan terus tertinggal kalau kita menutup mata dengan kondisi sekolah yang seperti itu,” tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru