Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Murung Raya Masih Tinggi

  • Oleh Syahriansyah
  • 20 Februari 2020 - 21:50 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Murung Raya (Mura) saat ini masih cukup tinggi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarg Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A) Mura, Lynda Kristriane mengatakan itu pada sosialisasi pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kamis, 20 Februari 2020.

"Dalam dua tahun terakhir ini, cukup banyak kasus terhadap perempuan dan anak yang terjadi. Tahun 2019, ada 27 anak yang mengalami kekerasan dan 5 orang berhadapan dengan hukum, serta 8 orang perempuan yang mengalami kekerasan. Dan cukup banyak lagi kasus kekerasan yang tidak dilaporkan," kata Lynda.

Dia mengatakan, fenomena yang terjadi di masyarakat terkait dengan dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak ini merupakan sebuah aib bagi keluarga.

Sehingga banyak kasus yang akhirnya sembunyikan dan tidak tertangani, karena minimnya laporan dari masyarakat.

"Kita sekarang sudah memiliki 2 unit satuan tugas (Satgas) Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yakni di Kecamatan Tanah Siang Selatan dan Laung Tuhup. Tujuannya, melakukan sosialisasi untuk menekan angka kekerasan kepada perempuan dan anak," tambahnya. (RIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru