Warga Desa Pelantaran Belum Nikmati Listrik Sepenuhnya

  • Oleh Naco
  • 21 Februari 2020 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kehidupan warga Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan cara-cara tradisional. Itu terungkap dalam masa reses anggota DPRD Kotim, Rimbun.

Lokasi rumah warga sekitar 4 kilometer jauhnya dari jalan utama. Dan masih banyak rumah warga yang tidak teraliri listrik.

Padahal desa itu tergolong tua di wilayahnya. Untuk itu, perhatian pemerintah untuk desa itu  masih harus ditingkatkan.

Warga khawatir malam merupakan hal yang dikhawatirkan, karena gelap akan menyelimuti desa yang masih 90 persen tertutupi perkebunan karet warga itu.

"Penuturan mereka dalam sebulan ini menghabiskan sekitar Rp 1 jutaan  untuk urusan BBM genset itu," kata Rimbun.

Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, untuk mencari biaya BBM itu bukan hal yang mudah bagi mereka. Biayanya sangat mahal.

"Bisa kita bayangkan jutaan rupiah mereka bayar hanya untuk menikmati listrik. Itu pun tidak 24 jam, hanya separuh siang atau malam,” tegasnya.

Bahkan mereka nyaris putus asa. Dan saat menyampaikan surat permohonan itu, hanya selalu dijanjikan. (NACO/B-11)

Berita Terbaru