Anggota DPRD Kotim: Tingkat Kepedulian Perusahaan Belum Dirasakan Masyarakat

  • Oleh Naco
  • 23 Februari 2020 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotim Juliansyah menilai, pelosok Kotim  banyak terdapat usaha sektor perkebunan. Meski banyak investasi demikian namun tingkat kepedulian perusahaan kepada warga sekitar masih minim. 

Terbukti sejumlah desa mengakui tidak pernah merasakan program CSR dari perusahaan perkebunan yang ada disekitarnya. 

Paahal kata Juliansyah warga sekitar sejatinya menjadi sasaran program itu jika mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Desa-desa yang ada disekitar pemilik izin usaha perkebunan itu  tidak pernah meraskan kontribusi investasi yang ada disekitarnya," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kotim ini, Minggu, 23 Februari 2020.


Sekretaris DPC Gerindra Kotim itu juga mengatakan bahwa sangat minim informasi yang bisa didapat masyarakat terhadap program-program  dari suatu perusahaan. 

Padahal program-program CSR ini erat hubungannya dengan misi pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan. CSR adalah sebagai kontribusi perusahaan. Sehingga antara perusahaan dengan masyarakat bisa saling mendukung.

Juliansyah menyarankan ditengah arus konflik mayarakat dengan investasi belakangan ini yang kian marak maka salah satu cara mengatasinya dengan program CSR. Masyarakat sekitar diberikan perhatian dari dunia usaha itu maka diyakini akan membuat sebuah harmonisasi.


Menurutnya CSR merupakan sabuah ketetapan yang mana tujuannya menjalin sinergitas antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat. (NACO/B-5)

Berita Terbaru