Brexit, Inggris Ganti Warna Paspor

  • Oleh Teras.id
  • 23 Februari 2020 - 23:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris mengeluarkan aturan menyusul keluarnya negara itu dari Uni Eropa. Pada Sabtu, 22 Februari 2020, Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel mengumumkan Inggris akan kembali ke paspor lawasnya yang berwarna biru tua dan melepaskan paspor warna merah anggur yang biasa digunakan oleh negara-negara anggota Uni Eropa. 

Patel mengatakan pergantian warna paspor ini akan berlaku per Maret 2020. Pihaknya mengaku sangat gembira karena paspor baru ini akan menyatu dengan identitas nasionalisme masyarakat Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga memuji pergantian warna paspor ini, yang disebutnya hal yang menggembirakan setelah sempat kecewa saat Inggris pada 1988 kehilangan paspor warna birunya itu menyusul keputusan Inggris masuk Uni Eropa.

Masyarakat menyelenggarakan Hari Brexit pada 31 Januari 2020 di Parliamentary Square

Paspor baru Inggris ini sekarang sedang dicetak oleh Gemalto, sebuah perusahaan Prancis – Belanda. 

“Saya sebenarnya menyukai paspor rancangan baru ini, tentu saja paspor sebelumnya telah memungkinkan masyarakat Inggris punya hak kerja, belajar dan leluasa bolak-balik di Benua Biru – yang lebih berguna,” kata Seb Dance, warga Inggris, seperti dikutip dari edition.cnn.com. 

Inggris melakukan referendum Brexit pada 2016. Perpisahan Inggris dengan organisasi terbesar di Benua Eropa itu tidak berjalan mulus.   

Mereka yang mendukung Brexit sering menyebut pergantian warna paspor ini sebagai cara Inggris mengklaim identitas Inggris dan kebebasan dari Uni Eropa. Sedangkan mereka yang ingin Inggris tidak keluar dari Uni Eropa menyebut hal ini sebagai obsesi picik.       

“Saya rasa ini hal yang menyenangkan jika masyarakat ingin kembali ke paspor warna biru lagi. Saya ingat, ada rasa kehilangan dan kemarahan saat mereka mengambil ini (paspor warna biru,” kata Perdana Menteri Johnson dalam sebuah wawancara TV pada 2017.

Inggris tidak punya kewajiban untuk mengubah warna paspornya pada 1988, namun negara itu memutuskan melakukannya agar sama dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.

TERAS.ID

Berita Terbaru