2 Sekawan Kasus Sabu Ketika Disidang Saling Menyalahkan Terancam 6,5 Tahun Penjara

  • Oleh Naco
  • 24 Februari 2020 - 17:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ancah dan Yuningsih alias Neneng merupakan dua sekawan. Namun ketika mereka jadi terdakwa dalam persidangan kasus sabu keduanya pun saling menyalahkan, dan terancam hukuman selama 6,5 tahun penjara.

Tuntutan dibacakan, Senin, 24 Februari 2020 oleh Jaksa Dewi Khartika dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuao Darminto Hutasoit.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata jaksa Dewi.

Atas tuntutan itu terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Bambang Nugroho itu memohon keringanan hukuman. Keduanya beralasan menyesal atas perbuatannya itu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Dalam kasus ini Ancah dan Neneng diamankan pada Senin, 2 Desember 2019 sekira jam 13.00 Wib di rumah Jalan Rindang Setia No. 28 Rt. 21 Rw. 04 Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.


Dalam dakwaan jaksa berawal saat terdakwa Ancah baru saja membeli sepaket sabu kemudian sabu diserahkan kepada teman perempuannya itu dan sabu dibagi jadi 9 paket oleh Neneng.

Saat itu juga ketika digeledah petugas menemukan sepaket sabu di lantai rumah Ancah yang berasal dari dompet terdakwa dan sengaja dilemparnya ketika datang petugas meski itu dibantahnya.


Sidang lalu Neneng sebagai saksi dalam kasus Ancah menyebutkan kalau sabu yang diamankan darinya berasal dari Ancah. Neneng mengaku hanya diperintahkan Ancah memaketkan sabu. Hal itu dibantah oleh Ancah saat dikonfrontir hakim. Justru sebaliknya Ancah mengaku orang suruhan Neneng. (NACO/B-5)
 

Berita Terbaru