Menhub: Tiket Pesawat Bisa Didiskon 40 Persen ke 10 Destinasi

  • Oleh Teras.id
  • 24 Februari 2020 - 23:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan salah satu bentuk insentif untuk menggenjot jumlah wisatawan di tengah ancaman Virus Corona bisa dalam bentuk diskon harga tiket pesawat

Harga tiket penerbangan, kata Budi Karya, bisa dipangkas 30 sampai 40 persen. Insentif diberikan selama tiga bulan untuk penerbangan di 10 destinasi, di antaranya Bali, Manado, hingga Bintan.

Meski begitu, ia tak menjelaskan secara detail bentuk insentif apa saja yang akan diberikan pemerintah. Besok, kata dia, para menteri ekonomi baru akan membawa usulan ini ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Besok ditentukan di sidang kabinet," ucap Budi Karya, usai rapat stimulus pariwisata di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2020.

Ia menjelaskan sedikitnya ada tiga insentif disiapkan bagi maskapai penerbangan nasional untuk menggenjot jumlah wisatawan di tengah ancaman Virus Corona. Ketiga insentif itu berasal dari pemerintah, pengelola bandara, hingga insentif dari PT Pertamina (Persero) untuk harga avtur. "Ketiganya di-bundling jadi diskon yang akan diberikan, tapi angkanya belum ketemu." 

Saat ini, Virus Corona terus menyebar dan mulai menyerang perekonomian Indonesia. Sebelumnya ada prediksi Indonesia bakal kehilangan potensi 2 juta turis Cina per tahun, seiring dengan penutupan penerbangan Indonesia - Cina sejak 5 Februari 2020. Inilah yang menjadi alasan pemerintah merancang insentif ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga tidak bersedia menjelaskan bentuk detail dari insentif yang diberikan. Malam ini, kata dia, besaran insentif masih dihitung oleh tim teknis, untuk dibawa besok ke sidang kabinet.

Usulan yang dibawa ke sidang kabinet tidak hanya insentif tiket pesawat, tapi juga insentif sektor perumahan dan sosial. "Nanti akan diumumkan setelah sidang kabinet," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Wishnutama mengatakan insentif tidak hanya diberikan untuk maskapai penerbangan, tapi juga hotel hingga travel agent. Namun, Wishnutama membenarkan bahwa insentif ini, salah satunya bersumber dari dana APBN. "Tapi ini masih proposal besok bakal ditentukan," kata dia. (TERAS.ID)

Berita Terbaru