Begini Penjelasan Plt Direktur Rumah Sakit Pulang Pisau Terkait Bayi yang Diduga Ditolak Rawat Inap

  • Oleh Muhammad Badarudin
  • 26 Februari 2020 - 22:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo memberikan keterangan terkait bayi yang diduga ditolak saat ingin rawan inap. Dia menyampaikan bahwa anak tersebut adalah anggota BPJS. 

Rumah sakit, lanjutnya, sebenarnta bukan menolak pasien berobat. Hanya saja, untuk pasien BPJS ini tidak bisa melakukan rawat inap jika memang tidak dalam kondisi gawat darurat. 

"Pihak BPJS tidak mau. Karena di rumah sakit itu juga ada orang BPJS. Kalau tidak gawat darurat, maka tidak bisa rawat inap," katanya, Rabu, 22 Februari 2020. 

Ia menambahkan, dirinya mengakui kelemahan komunikasi petugas kesehatan saat itu. Harusnya, jika memang tidak diperbolehkan petugas memberikan alasannya secara benar. 

"Jangan cuma bilang tidak boleh tetapi alasannya tidak diberikan. Masyarakat jadi bingung pastinya," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya sudah memberikan edukasi kepada perawat atau petugas kesehatan di Rumah Sakit Pulang Pisau agar dalam hal komunikasi diperkuat. Komunikasi ini penting supaya jangan sampai perihal seperti ini terulang kembali. 

"Saya sudah minta mereka agar ketika memberikan penjelasan itu berikan secara jelas. Saya memahami kondisi ibu yang melihat anaknya sakit seperti itu," bebernya. 

"Saya sudah berikan arahan kepada petugas kesehatan di rumah sakit tersebut," tutup Mul. (M.BADARUDIN/B-7)

Berita Terbaru