Bupati Lamandau Harapkan Tak Ada Lagi Korban Tenggelam Hingga Kehilangan Nyawa

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 27 Februari 2020 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Hendra Lesmana menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Imam Bogi Yudasetara alias Yuda (24), warga Jalan Niaga, RT 5, Kelurahan Nanga Bulik, setelah tenggelam di Sungai Lamandau, Selasa 25 Februari 2020.

Jasad korban ditemukan sehari setelah dinyatakan tenggelam dan hilang di Sungai Lamandau.

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah turut berduka atas wafatnya saudara Yuda," kata Hendra Lesmana, Kamis, 27 Februari 2020.

Dia mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa korban, terlebih korban diketahui masih dalam usia produktif bahkan baru saja tuntas menyelesaikan perkuliahan pada salah satu perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur.

Hendra berharap, agar peristiwa yang menimpa Yuda adalah peristiwa memilukan yang terakhir dan tidak ada lagi kejadian serupa. Untuk itu, dia mengingatkan agar seluruh masyarakat senantiasa waspada dan hati-hati, utamanya saat beraktivitas di sungai.

"Apalagi saat ini musim penghujan, volume air sungai cenderung meningkat dibanding biasanya. Mari berhati-hati terutama saat berktivitas di sungai, jangan lalai untuk terus saling mengingatkan. Apalagi untuk anak-anak, harus betul-betul dalam pengawasan dan penjagaan kita," ajaknya.

Seperti diketahui, pada Selasa 25 Februari 2020 sekira pukul 16.30 WIB, korban yang akrab disapa Yuda dinyatakan tenggelam di Sungai Lamandau RT 09 Nanga Bulik. Kala itu korban yang tengah memberi makan ikan di Keramba Apung miliknya itu berniat mengambil tali perahu yang terlepas dari ikatan dan hanyut terbawa arus Sungai Lamandau. (HENDI/B-11)

Berita Terbaru