Dosen PBSI Bantah Mahasiswanya Main HP Hingga Kecelakaan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 27 Februari 2020 - 13:41 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua hari belakangan viral pemberitaan terkait mahasiswa Universitas Palangka Raya atau UPR yang diduga bermain HP atau telepon seluler sembari mengendarai sepeda motor hingga mengakibatkan kecelakaan dengan mobil. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau PBSI UPR, Alifiah Nurachmana membantah ini.

Dalam pemberitaan sebelumnya https://www.borneonews.co.id/berita/158136-berkendara-sambil-main-hp-mahasiswa-ini-retak-tulang-karena-kecelakaan, Kapolres memberi keterangan terkait kecelakaan yang terjadi di Jalan Hendrik Timang, komplek kampus UPR pada Selasa, 25 Februari 2020.

"Saya baru saja menjenguk AR di RSUD Doris Sylvanus dan saya membantah bahwa kecelakaan itu terjadi karena dia main HP di jalan seperti yang diberitakan media-media itu. Dia tidak membawa HP, bahkan tidak membawa dompet saat kecelakaan. Buktinya HP-nya ditemukan di kos-an dia, masih mulus, tidak rusak karena memang tidak dibawa saat kecelakaan. Itu berita hoak dan sangat mencemarkan nama baiknya," kata Alif kepada Borneonews, Kamis 27 Februari 2020.

Menurut Alif, mahasiswa PBSI angkatan 2019 ini kini dalam perawatan intensif di rumah sakit karena retak tulang leher.

"Dia tidak mampu bangun, ngomong juga terbata-bata makanya keterangannya belum jelas. Yang pasti ponselnya ada di kos-an. Ngomongnya saja masih terbata-bata, kasihan sudah sakit, masih kena fitnah lagi," tutur dosen senior satu ini.

Menurutnya, keluarga mengatakan di hari pertama kecelakaan itu AR mengalami koma sehingga pihak keluarga tidak mengetahui darimana polisi sampai bisa berkesimpulan bahwa AR bermain tik tok.

"Hari pertama itu keluarganya saja tidak dia kenali saat sadar dari pingsan bagaimana dia mau mengaku main tik tok. Keluarganya tidak terima difitnah seperti itu di pemberitaan," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru