Begini Penjelasan PT BCL Soal Dugaan Air Baku Tercemar

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 27 Februari 2020 - 23:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sempat ramai di media sosial soal dugaan air baku tercemar, Humas PT Bhadra Cemerlang (BCL) Iwan angkat bicara. Ia mengatakan, tidak benar dugaan bahwa perusahaan menyalurkan air tercemar untuk di konsumsi karyawan seperti di Afd.OE dan OC.

Iwan menyampaikan hal itu melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Kamis, 27 Februari 2020. Dia menyebut, air tersebut memang tidak disarankan dikonsumsi melainkan hanya digunakan untuk MCK.

"Air tersebut sebelum dialirkan ke rumah-rumah karyawan, masuk dulu ke tandon penampungan yang terletak di perumahan karyawan. Bahwa saat ini ada tandon yang rusak, mungkin bisa saja terjadi," katanya, Kamis, 27 Februari 2020.

"Perusahaan juga melakukan berkala uji laboratorium kualitas air. Bisa kami pastikan air yang kami gunakan masih memenuhi baku mutu," imbuhnya.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa anak perusahaan Astra Group ini sudah mengantongi sertifikat kebun berkelanjutan yaitu sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kriteria penilaian ISPO sangat banyak, salah satunya memuat tentang penanganan lingkungan dan tenaga kerja.

"Artinya bila kami melakukan kegiatan operasional kebun tidak memenuhi standar perundangan yang berlaku, sangat mustahil pemerintah dalam hal ini Kementrian LHK mau memberikan Sertifikat ISPO tersebut," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lurikto mengatakan, akan membentuk tim untuk menelusuri laporan adanya pencemaran air baku yang selama ini digunakan oleh karyawan PT BCL.

"Kita akan bentuk tim terlebih dahulu dan mengumpulkan data-data. Dalam waktu dekat akan cek lokasi langsung," ucapnya. (PRASOJO/B-7)

Berita Terbaru