Gara-gara Virus Corona, Angkasa Pura I Rugi Rp 40 M Sebulan

  • Oleh Teras.id
  • 28 Februari 2020 - 12:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I memprediksi kehilangan pendapatan hingga Rp 40 miliar per bulan gara-gara penyebaran virus corona di Cina. Kerugian BUMN ini dialami karena rute penerbangan dari dan menuju Cina ditutup sementara sejak 5 Februari 2020.

Direktur Utama (Dirut) Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyebut ada 35 penerbangan per hari dari Bali menuju Negeri Tirai Bambu. "Penerbangannya sekitar 6.800 penumpang per hari. Jadi memang dampaknya cukup signifikan, mungkin kalau per bulan Rp 40 miliar," kata dia ketika ditemui di kantor Kementerian PMK, Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

Guna meminimalisir kerugian, Faik mengatakan, AP I akan mengalihkan penerbangan internasional yang ditutup untuk digunakan slotnya bagi penerbangan domestik. Seperti program pemerintah saat ini yang memberikan stimulus untuk 10 destinasi pariwisata dalam negeri yang paling terdampak virus corona.

"Jadi yang biasanya internasional, kita bisa kasih ke domestik caranya melalui insentif yang kita berikan," ucap Faik.

Contoh insentif yang bisa diberikan Angkasa Pura I seperti  memberikan diskon untuk tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) hingga 20 persen. "Opsi lain seperti free landing discount, itu kita berikan," ujar Faik.

Ia mengatakan, Angkasa Pura I akan bekerja sama dengan Pemerintah dan  stakeholder terkait guna memulihkan sektor bisnis penerbangan yang tengah lesu akibat wabah virus corona yang berasal dari Cina. "Memang ini persoalan yang kita harus pikirkan bersama-sama," tutur Faik.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan insentif untuk wisatawan mancanegara dengan memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar terdiri dari alokasi untuk maskapai dan agen diberikan diskon khusus ataupun semacam insentif totalnya Rp 98,5 miliar. Alokasi lainnya diberikan kepada anggaran promosi sebanyak Rp 103 miliar, kegiatan tourism sebesar Rp 25 miliar, serta relasi media dan jasa influencer sebesar Rp 72 miliar.

Sementara untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan domestik, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat sebesar 30 persen untuk di 10 tujuan wisata. Potongan harga itu diberikan dengan kuota 25 persen dari jumlah kursi pesawat setiap penerbangan. Destinasi yang dimaksud antara lain Danau Toba, Yogyakarya, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan. Potongan itu akan berlaku selama tiga bulan dari Maret hingga Mei 2020.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru