Pasar Ini Siap Bebas Plastik Pertama di Jakarta

  • Oleh Inilah.com
  • 28 Februari 2020 - 23:40 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Upaya mengurangi sampah plastik terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Banyak pihak terlibat dalam memerangi limbah plastik demi lingkungan nyaman di ibu kota negara.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemkot Jakarta Selatan, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), PD Perumda Pasar Jaya, serta didukung Kedutaan Besar Kanada, meluncurkan program Pasar Bebas Plastik di Pasar Jaya Tebet Barat, Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).

Program ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Meski beleid ini tergolong anyar karena diberlakukan secara efektif mulai 1 Juli 2020, berbagai upaya untuk menyosialisasikan mulai dilakukan. Program Pasar Bebas Plastik meliputi sosialisasi kepada para pedagang, melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti diskusi bersama para pedagang tentang alternatif pengganti plastik sekali pakai.

Program ini turut melibatkan penyedia Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) agar para pedagang mendapat solusi terkait penghentian penggunaan plastik sekali pakai. Ke depan seluruh pasar di Jakarta akan menerapkan Pergub ini.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin menyampaikan, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan konsumen dibutuhkan untuk menentukan keberhasilan penerapan kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

"Ini akan efektif, jika kita bergerak bersama. Jakarta menerapkan asas keadilan ketika merumuskan kebijakan ini. Sesuai Pergub Nomor 142 Tahun 2019, penggunaan kantong belanja ramah lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban pengelola pasar rakyat, namun juga pengelola pusat perbelanjaan dan toko swalayan," ujar Syaripudin.

Syaripudin mengapresiasi langkah nyata Perumda Pasar Jaya yang berkomitmen memastikan penerapan Pergub tersebut di seluruh pasar tradisional yang mereka kelola. Saat ini proses sosialisasi masih terus dilakukan.

Nantinya, akan diberlakukan sanksi jika masih ada pihak yang tetap menggunakan kantung plastik sekali pakai. "Pasar tradional merupakan salah satu yang berkontribusi menghasilkan sampah di DKI Jakarta. Setiap hari, pasar tradisional menghasilkan 600 ton sampah dari 153 pasar yang ada di Jakarta. Jika gerakan ini dimulai di pasar-pasar tradisional, maka akan sangat signifikan mengurangi sampah DKI Jakarta," lanjut Syaripudin.

Berdasarkan survei yang dilakukan di Pasar Jaya Tebet Barat, sebanyak 89,5% pedagang bersedia mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Menunjukkan, para pedagang memiliki keinginan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Berita Terbaru