Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bengkalis Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

PUPR: Rencana Induk Proyek Ibu Kota Negara Rampung Mei 2020

  • Oleh Teras.id
  • 06 Maret 2020 - 12:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga menargetkan rencana induk proyek Ibu Kota Negara selesai disusun pada bulan Mei mendatang. Rencana induk tersebut akan mencakup rencana pembangunan infrastruktur jalan, sumber daya air, transportasi, energi listrik, dan jaringan komunikasi.

Penyusunan rencana induk tersebut melibatkan sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pertemuan lintas kementerian itu sebagai tindak lanjut dari hasil sayembara IKN. Dia menilai harus ada konsep yang menyeluruh dan terintegrasi antara infrastruktur Sumber Daya Air dan jalan dengan pembangunan kereta api dan bandara, serta pembangunan energi listrik dan jaringan komunikasi.

"Targetnya akan selesai dan dipresentasikan di hadapan Presiden pada bulan Mei 2020,” kata Danis dalam Rapat Awal Penyusunan Konsep Rencana Induk Pembangunan IKN di Kementerian PUPR seperti dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Danis menjelaskan hasil konsep rencana induk tersebut akan menjadi salah satu dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN dan menjadi laporan kepada Badan Otorita yang akan dibentuk dalam waktu dekat. Konsep rencana induk tersebut akan dimulai dari titik pusat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dengan luasan 5.000 hektare, sedangkan untuk pembangunan infrastruktur di bidang sumber daya air dan jalan akan dimulai pada semester kedua tahun ini.

“Saat ini Bendungan Sepaku Semoi sedang dalam proses lelang dan ground breaking untuk konektivitas akan diutamakan pada akses jalan utama menuju kawasan inti. Pembangunannya harus ramah lingkungan,” ujar Danis.

Kementerian PUPR diketahui sedang menyiapkan pengambilan sampling tanah di beberapa titik untuk keperluan pembangunan jalan karena jalan provinsi menuju kawasan inti IKN akan diperbaiki seluruhnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi juga akan terus memastikan rantai pasok bahan baku konstruksi tersedia. Di sisi lain Kementerian Perhubungan juga tengah menyusun rencana pembangunan Bandara dan Pelabuhan sebagai dukungan transportasi udara dan laut.

“Diharapkan konsep masterplan pelabuhan dan bandara dapat disampaikan pada pekan depan. Hal ini penting untuk menentukan dukungan jalan dan jaringan kereta menuju pelabuhan dan bandara,” kata Danis.

Selanjutnya untuk kebutuhan energi, Danis menyebut kebutuhan listrik untuk tahap awal IKN diperkirakan mencapai 1,5 gigawatt. Kementerian ESDM nantinya akan membuat usulan PLTS dan mikrohidro untuk dimasukkan ke dalam rencana induk. Selain itu, Kementerian PUPR yang telah mengembangkan sistem rangka atap untuk pemanfaatan energi solar cell juga akan diaplikasikan di IKN. (TERAS.ID)

Berita Terbaru