KP2KP Buntok Gelar Kampanye Simpatik SpecTaxcular 2020

  • Oleh Uriutu
  • 08 Maret 2020 - 20:30 WIB

BORNEONEWS, Buntok - Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan KP2KP Buntok menggelar kampanye simpatik bertajuk SpecTaxcular 2020 di Taman Iring Witu, Buntok, Minggu 8 Maret 2020 sore.

“Kampanye simpatik ini bertujuan memberikan kesadaran dan mengajak masyarakat untuk menyampaikan SPT melalui e-filling,” kata Kepala KP2KP Buntok, Widanarko.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Duta Pajak dan Got Talent KP2KP Buntok 2020 dikemas dengan kegiatan Pojok Pajak atau Pelayanan SPT secara elektronik-Efilling, aktivasi dan cetak ulang EFIN, dan Konsultasi Perpapajakan, senam dan tari tradisonal, games, serta penampilan Got Talent.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak kepada wajib pajak di wilayah Barsel untuk melaksanakan pelaporan SPT PPh Orang Pribadi Tahun 2019,” jelas dia.

Baik dari unsur ASN, Anggota TNI dan Polri beserta pelaku ekonomi seperti karyawan, pengusaha, dan UMKM. Dan hal itu sudah dicontohkan Bupati dan Wakil Bupati Barsel pada Buntok Pajak Expo tahun 2020.

Dia mengungkapkan, sampai pada awal Maret 2020 baru 39,59 persen wajib pajak yang menyampaikan SPT PPh tahun 2019.

Sementara untuk sasaran wajib lapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Badan Tahun 2020 di wilayah Barsel sebanyak 10.528 orang.

Penyampaian SPT Tahunan, lanjut dia, dapat dilakukan dengan langsung ke Tempat Pelayanan Terpadu KP2KP terdekat, atau melalui laman DJP Online https://djponline.pajak.go.id (web-filing, upload e-SPT atau Eform).

Sementara untuk batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh  Orang pribadi Tahun 2019 adalah 31 Maret 2020 dan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh  Badan Tahun 2019 adalah 30 April 2020.

“Kami mengharapkan seluruh wajib pajak diwilayah Barsel tidak terlambat untuk melaporkannya supaya terhindar dari sanksi administrasi sesuai dengan Pasal 7 Undang-Undang KUP,” tegas dia.

Ia menambahkan, bahwa kepemilikan NPWP melekat hak dan kewajiban perpajakan baik membayar maupun melaporkan SPT-nya. Bukan hanya untuk sekedar syarat kemudahan mendapatkan kredit usaha dari perbankan untuk UMKM, maupun kenaikan pangkat untuk ASN. (URIUTU DJAPER/B-11)

Berita Terbaru