Pola Pikir Mahasiswa Sawit Merusak Lingkungan Berubah Setelah Melihat Kebun Milik SSMS

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 10 Maret 2020 - 20:58 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat mengunjungi perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, para mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Palangka Raya ini baru tahu bahwa sawit tidaklah merusak lingkungan, seperti yang sering dibaca di beberapa artikel

Seorang mahasiswi bernama Mirna, dari Prodi Penyiaran Islam IAIN Palangka Raya mengatakan, "Banyak sekali informasi yang saya dapat. Namun yang pertama, perspektif tentang perusahaan sawit pas sampai sini berubah, yang namanya merusak lingkungan justru tidak," katanya, di sela-sela kegiatan Short Training Enterpreneur Muda Kalteng Berkah yang digelar oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS di Kotawaringin Barat, Selasa, 10 Maret 2020.

Bahkan, lanjut Mirna, di perkebunan ini ada program integrasi sawit sapi. Selain itu limbah sawit ini bisa dikelola dengan baik. Kemudian pohon sawit ini semuanya bisa diolah sehingga memiliki nilai ekonomis.

Kemudian dari sisi ekonominya, masih menurut Mirna, perusahaan sawit ini membuka lowongan pekerjaan baru. Informasinya ada ribuan pekerja di perusahaan ini. Bahkan pekerjannya pun tidak hanya dari orang lokal dan orang dari Pulau Jawa, bahkan dari luar negeri ada yang bekerja di sini.

"Ternyata apa yang kita baca di sejumlah artikel itu tidak seperti apa yang saya lihat di lapangan," katanya.

Ia mengaku baru tahu adanya beberapa produk yang diolah dari bahan baku sawit, seperti sabun, coklat dan minyak B30 dan biogas.

Dalam kesempatan lain, CEO Citra Borneo Indah (CBI) Group Rimbun Situmorang menyampaikan bahwa, kampanye hitam tentang sawit itu adalah persaingan bisnis, sehingga dengan kehadiran para mahasiswa hari ini adalah membuka pengetahuan baru tentang perusahaan kelapa sawit.

"Maka para mahasiswa jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum valid kebenarannya. Mahasiswa harus kritis dan mampu mencerahkan," kata Rimbun. (DANANG/m)

Berita Terbaru