Ini Pendapat Akademisi Mengenai Program Enterpreneur Muda Kalteng Berkah Gagasan H Abdul Rasyid AS

  • Oleh Wahyu Krida
  • 10 Maret 2020 - 21:53 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program Enterpreneur Muda Kalteng Berkah yang digagas pengusaha nasional putra daerah Kalimantan Tengah H Abdul Rasyid AS merupakan pencerahan agar mahasiswa saat ini bisa memiliki karya nyata berguna bagi dirinya serta masyarakat luas.

Dosen Fakultas Ekonomi IAIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir mengatakan itu saat mendampingi 39 mahasiswa dari berbagai kampus di Palangka Raya dalam kunjungan ke perkebunan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atar SSMS, di Kotawaringin Barat, Selasa, 10 Maret 2020.

"Program yang digagas H. Abdul Rasyid AS ini juga sebuah bukti bahwa kuliah tidak dimaknai secara sempit yaitu hanya dilakukan di kampus. Namun juga  bisa dimaknai secara luas dengan cara belajar enterpreneur langsung di lapangan," jelas Ahmad.

Karena, menurut Ahmad, keberadaan CBI Group, yang saat ini menjadi tempat rekan mahasiwa belajar, juga mampu menjadi laboratorium besar telah membuat mahasiswa lebih paham dan mengerti mengenai dunia bisnis.

"Terlebih saat ini kita ketahui bersama bisnis perkebunan sawit lebih sering diterpa  black campaign yang menonjolkan aspek negatifnya. Tapi setelah mereka lihat langsung, mereka mengetahui bahwa keberadaan perkebunan sawit mampu memberikan manfaat besar bagi perekonomian baik lokal, regional, bahkan nasional," jelas Ahmad.

Menurut Ahmad, adanya program ini banyak menarik minat mahasiswa untuk ikut serta menjadi peserta.

"Sebenarnya banyak sekali mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini. Karena dengan belajar secara langsung di lapangan, tentunya lebih bisa dipahami mahasiswa daripada penjelasan yang diberikan saat perkuliahan," jelas Ahmad.

Karena itulah ia berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Karena setelah mengikuti short course yang digelar H Abdul Rasyid AS, ternyata mampu membakar semangat dan mental mahasiswa untuk terjun dalam dunia enterpreneurship atau kewirausahaan," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)

Berita Terbaru