Sopir Truk Kernel Kasus Kecelakaan Maut Diadili

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 16 Maret 2020 - 22:30 WIB

BORNEONEW, Pangkalan Bun - Terdakwa kasus kecelakaan maut, Rahmad Taufiq, yang lalai saat mengemudikan truk kernel hingga menewaskan pengendara motor, diadili di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Senin, 16 Maret 2020.

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum menghadirkan 2 orang saksi. yaitu Sumairi dan Erni Fatimah.

Dalam keterangannya Sumairi menyampaikan, kecelakaan itu terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Km 55, Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, pada 9 Desember 2019 lalu.

Menurutnya, mobil truk melaju dari arah Lamandau menuju Pangkalan Bun. Sesampainnya di jalan menurun dan berkelok, mobil ini berbelok terlalu tajam dan masuk ke arah berlawanan. Bahkan, sempat menabrak bagian belakang sebalah kanan mobil miliknya.

"Karena hilang kendali akhirnya mobilnya menabrak belakang mobil saya. Saya lihat ke belakang ternyata ada pengendara motor dan menabrak mobil tersebut, sebelum akhirnya terperosok ke parit," jelasnya.

Sementara itu, saksi Erni Fatimah yang merupakan keluarga koran, menyampaikan bahwa, korban meninggal dunia 7 hari pasca mendapat perawatan di RS Siloam Palangka Raya.

"Ada infeksi di kakinya karena tulangnya remuk akibat kecelakaan tersrbut," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, antara terdakwa dengan keluarga korban telah ada kesempatan berdamai. Keluarga korban juga mendapat santunan sebesar Rp 20 juta rupiah.

"Hingga saat ini, antara keluarga korban dan terdakwa masih komunikasi dengan baik. Kami sudah ikhlas dengan musibah ini," katanya.

Adapun sopir truk kernel itu didakwa dengan Pasal 310 ayat (4) Jo pasal 229 ayat (4) UU No 22 Tahun 2009 tentang UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru