Sembunyikan Kehamilan hingga Takut Dipukul Suami Jadi Alasan Ibu Buang Bayi Kembar

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 19 Maret 2020 - 00:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pelaku pembuang bayi kembar di samping tempat sampah, Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berinisial NR (25), mengaku nekat buang bayi karena takut dipukul suami. Ia juga mengaku telah membohongi suami dengan mengatakan tidak hamil. Perutnya buncit alasannya karena punya penyakit. 

"Pelaku mengaku nekat membuang bayinya tersebut karena takut dipukuli suaminya," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Rabu malam, 18 Maret 2020. 

Dari pengakuan tersangka sementara ini, dirinya hamil dan melahirkan tidak diketahui oleh suaminya yang berinisial AG. Ini yang menjadi sebab ia takut dipukuli oleh suaminya. 

Karena selama ini, suaminya tidak ingin istrinya hamil lagi. Sejauh ini pelaku telah memiliki dua anak.

Sehingga selama 9 bulan, pelaku menutupi kehamilannya dengan alasan bahwa ia sedang menderita sebuah penyakit. Sehingga perutnya membengkak. 

Alasannya tersebut ternyata membuat sang suami percaya. Bahkan saat ia melahirkan pelaku juga beralasan bahwa penyakitnya tersebut sudah sembuh. Setelah berobat dengan seorang tabib, dan membuat dirinya pendarahan. 

"Alasan tersebut digunakan oleh tersangka, dan membuat sang suami percaya," kata Rommel. 

Namun, apa yang telah dilakukannya tersebut akhirnya terbongkar. Karena bayi kembar yang dibuangnya tersebut ditemukan oleh warga. Sehingga polisi langsung melakukan penyelidikan. 

Dan akhirnya dapat mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut, yang dilakukan oleh ibunya sendiri yakni NR. Setelah hal itu terungkap, barulah sang suami mengetahui apa yang dilakukan oleh sang istri. 

Saat ini, NR masih dalam pemeriksaan mendalam di Unit PPA Polres Kotim. Begitu juga dengan sang suami. Sedangkan, anak kebar mereka dalam keadaan sehat dan masih dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru