Pengawasan Media Sosial Jadi Tantangan Besar Bagi Penyelenggara Pemilu

  • Oleh Testi Priscilla
  • 20 Maret 2020 - 19:15 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harus diakui menurut Politisi Partai Gerindra Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari bahwa pengawasan media sosial menjadi tantangan yang besar bagi penyelenggara Pemilu.

"Kita tahu dan sadar bahwa pengawasan terhadap penggunaan media sosial menjadi tantangan yang cukup besar bagi pihak penyelenggara. Tetapi kita tetap berharap agar pihak terkait bisa menggandeng pihak lain dalam hal pengawasan agar tidak sampai terjadi hal yang diinginkan," kata Tantawi kepada Borneonews pada Jumat, 20 Maret 2020.

Penyelenggara pemilu, lanjutnya, harus mampu lakukan monitoring, baik itu dalam ranah kampanye, sosialisasi dan mungkin antisipasi kampanye hitam.

"Jika belum cukup mampu, berarti harus menggandeng lembaga terkait lainnya seperti Dinas Komunikasi dan Informasi misalnya, atau pihak kepolisian untuk memantau dan mengawasi konten negatif di media sosial selama masa pilkada nanti," tutur Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya.

Cara kampanye yang dilakukan pun menurut Tantawi bisa beragam dan dengan berbagai cara sesuai aturan yang berlaku pada saatnya nanti.

"Yang kita mau, kampanyenya bersih. Yaitu fokus pada kelebihan calon dan tidak memulai konflik di antara kandidiat. Kampanye yang merusak citra lawan inilah yang kami maksud kampanye terselubung dan ini harus diawasi ketat," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru