Disdagkop Barito Selatan Akan Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Dipasaran

  • Oleh Uriutu
  • 23 Maret 2020 - 22:55 WIB

BORNEONEWS, Buntok - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Barito Selatan akan terus melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok dipasaran.

"Kita akan terus melakukan pemantauan, dan pengawasan terhadap bahan pokok yang dijual dipasaran," kata Kepala Didagkop dan UKM Barsel, Swita Minarsih kepada Borneonews, Senin, 23 Maret 2020.

Hal itu lanjut dia, dilakukan agar tidak terjadi penimbunan bahan pokok seiring dengan mewabahnya Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di daerah lain.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangkan, ketersediaan bahan pokok yang dijual di pasaran masih tersedia, dan dinyatakan cukup hingga bulan puasa Ramadhan nantinya.

"Hanya yang menjadi permasalahan terkait dengan gula yang mengalami kelangkaan. Meskipun ada, harganya sudah mahal antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya,” ucap dia.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan dinas perdagangan seluruh Indonesia, langka dan mahalnya harga gula tersebut bukan hanya terjadi di Barito Selatan saja, akan tetapi terjadi daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Menurut dia, itu dikarenakan pasokan gula yang terbatas. Namun, berdasarkan informasi dari kementerian perdagangan, sekitar dua minggu kedepan pasokan gula akan masuk. Setelah pasokan gula masuk, diyakini baru harga gula bisa stabil kembali.

Ia menyampaikan, pihaknya juga dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan operasi pasar dengan tim terpadu untuk memantau dan pengawasan bahan pokok.

"Kita juga sebelumnya telah melaksanakan operasi pasar memantau bersama dengan tim terpadu dan juga bersama dengan satgas pangan," kata dia.

Ia berharap kepada masyarakat agar jangan menimbun barang, dan beli secukupnya, karena apabila bahan pokok terjadi kelangkaan, maka harganya akan mahal, dan tentunya itu merugikan masyarakat. (URIUTU DJAPER/B-7)

Berita Terbaru