Wakil Bupati Katingan Sidak ke Instalasi Pengolahan PDAM

  • Oleh Abdul Gofur
  • 24 Maret 2020 - 19:50 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Wakil Bupati Katingan, Sunardi Litang melakukan inspeksi mendadak atau Sidak ke instalasi pengolahan air Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM di Kasongan, Selasa, 24 Maret 2020.

Sidak yang dilakukan oleh orang nomor dua di Bumi Penyang Hinje Simpei ini guna melihat secara langsung instalasi pengolahan air minum PDAM Katingan ini.

Pasalnya, sejauh ini ia kerap mendengar keluhan dari pelanggan terkait distribusi air PDAM terutama di wilayah Kasongan yang diinformasikan kadang berhenti mengalir.

"Jadi setelah saya mengecek langsung ke instalasi pengolahan air minum PDAM Kabupaten Katingan ini, saya baru mengetahui permasalahannya," ujar Wabup Sunardi Litang.

Menurutnya, dari keterangan Direktur PDAM Kabupaten Katingan, terjadinya gangguan distribusi air ke pelanggan itu karena fasilitas PDAM Kabupaten Katingan yang selama ini kurang tersentuh.

"Contohnya yang mendesak adalah pompa air, yang selama ini menurut laporan baru ada satu unit dengan operasi 24 jam, seharusnya ada cadangan sehingga kalau terjadi gangguan distribusi air yang macet tidak berlangsung lama," katanya.

Untuk itu, Wabup Sunardi Litang meminta kepada pihak PDAM agar segera membuat draf usulan pengadaan pompa air ini ke pihak Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan atau Perkimtan guna dianggarkan di APBD. "Paling tidak dianggarkan pada APBD perubahan," tuturnya.

Selain masalah sarana dan prasarana termasuk peralatan instalasi pengolahan air, Wabup Sunardi Litang juga meminta penjelasan soal jumlah pelanggan air PDAM se Katingan dan juga terkait tunggakan pelanggan.

Sementara menurut Direktur PDAM Katingan, Adiansyah, mesin pompa air yang dibutuhkan pihaknya dinilai sangat mendesak. "Sebab selama ini baru ada satu unit, sehingga kalau terjadi kerusakan maka dampaknya distribusi air ke pelanggan sempat macet," tutur Adiansyah seraya menambahkan dana yang dibutuhkan untuk pengadaan mesin pompa air itu sekitar Rp300 juta. (ABDUL GOFUR/B-5)

Berita Terbaru